PTDI Jawa Timur menggelar pelatihan inovatif bagi muballig muda. Selama dua hari Jumat-Sabtu (23-24/5/25), peserta digembleng dengan materi dakwah digital, kepemimpinan, finansial, hingga politik kebangsaan.
Ketua PTDI Jawa Timur Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Ph.D., menjelaskan, pelatihan ini dirancang khusus bagi para dai muda yang ingin meningkatkan kapasitas dakwah mereka di era digital. “Dengan pendekatan multidisipliner, peserta tidak hanya belajar ilmu keagamaan, tetapi juga dibekali keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan zaman,”
Susunan Materi Pelatihan Mubalig Milenial PTDI
Jumat, 23 Mei 2025
13.00–15.00: Membangun Entrepreneurial Leadership
oleh Ir. Misbahul Huda, MBA
15.00–17.00: Dakwah di Era Digital
oleh Ustaz Abdul Aziz
Sabtu, 24 Mei 2025
08.00–10.00: Memanfaatkan Data untuk Dakwah
oleh Ustaz Ahmad Haryadi
10.00–12.00: Membangun Kecerdasan Finansial
oleh Ustaz Ismail Nachu
13.00–15.00: Seni dan Manajemen Keluarga
oleh Ustazah Sari Zaidun
15.00–17.00: Dakwah Politik
oleh Prof. Daniel Mohammad Rosyid, Ph.D.
Berikut ringkasannya:
Ringkasan materi "Membangun enterpreneurial Leadership" oleh Ir. Misbahul Huda, MBA
Singkat:Spiritualitas adalah dasar penting untuk kepemimpinan dan ekonomi umat. Keadilan sosial hanya bisa dicapai dengan dasar spiritual yang kuat, bukan hanya ritual agama. Pemulihan ekonomi harus melibatkan ekosistem yang berkeadilan dan berkelanjutan. Kewirausahaan Muslim menjadi kunci untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Sinergi dalam manajemen bisnis dan kolaborasi antar lembaga diperlukan. Pembinaan saudagar muda harus praktis dan didampingi mentor berpengalaman. Pendekatan spiritual entrepreneurship penting untuk mencapai kesejahteraan, dengan Nabi Muhammad sebagai teladan. Masyarakat harus siap menghadapi ancaman ideologi dan ketidakseimbangan sosial. Sinergi antara spiritualitas dan kewirausahaan sangat penting untuk membangun ekonomi umat yang mandiri dan berdaya.
Ringkasan materi "Pemanfaatan data untuk Dakwah oleh Drs. Ahmad Hariyadi M. si
Singkat:Penggunaan data sangat krusial dalam menyusun materi dakwah yang efektif. Data membantu dalam perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi program dakwah. Pelaku dakwah perlu menguasai keterampilan pengolahan data dan memahami audiens untuk memilih tema yang relevan, serta menggunakan ayat dan hadis yang tepat. Studi kasus dan latihan kelompok juga penting untuk praktik.
Ringkasan materi "Membangun Kecerdasan Finansial" oleh Ustadz Ismail Nachu
Singkat:Kesuksesan dalam bisnis dan hidup berasal dari pilihan sadar, kecerdasan finansial, dan spiritual. Kombinasi niat kuat, pendidikan, dan perencanaan matang penting untuk mencapai tujuan. Kesuksesan meliputi keseimbangan antara materi dan hubungan sosial. Aspek emosional dan spiritual lebih menentukan keberhasilan dibandingkan kecerdasan intelektual. Model bisnis Kiyosaki membantu memahami peran dalam usaha. Pengalaman Ismail Nachu menunjukkan pentingnya proyek nyata dan jaringan. Mencari mentor dan belajar adalah langkah awal yang penting.
Ringkasan materi "Seni dan Manajemen Keluarga" oleh Ibu Syari Zaidun
Singkat:Naskah membahas kehidupan keluarga dalam perspektif Islam, menekankan pentingnya memilih pasangan berdasarkan nilai agama, komunikasi, dan membangun hubungan. Praktik pengasuhan yang baik termasuk doa, pendidikan moral, dan interaksi keluarga.
Ringkasan materi "Dakwah Politik" oleh Daniel M. Rosyid
Singkat:Minimnya representasi politik Islam menunjukkan tantangan bagi umat Islam, terutama setelah Masyumi bubar. Partisipasi umat dalam politik perlu ditingkatkan melalui dakwah politik yang berlandaskan nilai. Politik saat ini didominasi oleh elit ekonomi, mengabaikan keadilan moral. Dakwah politik harus melibatkan kekuasaan dan ekonomi, dan media sosial dapat digunakan untuk menyebarkan nilai-nilai Islam, terutama di kalangan generasi muda. Pendidikan kepemimpinan dari bawah dan regenerasi nilai dalam keluarga juga penting untuk mencetak pemimpin muda yang efektif.
Ikuti kami
(you must be logged in to Facebook to see comments).